Medan (KABARIN) - BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gelombang di sekitar Kepulauan Nias diperkirakan memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyebut tinggi gelombang di perairan barat Kepulauan Nias hingga Samudra Hindia barat Nias berpeluang mencapai empat meter.
"Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi mulai 22 hingga 24 Januari 2026," kata Rizki di Medan, Rabu.
Tak hanya itu, gelombang dengan ketinggian sekitar 1,25 sampai 2,5 meter juga diperkirakan muncul di perairan timur Kepulauan Nias, Kepulauan Batu, serta perairan barat di dua wilayah tersebut dalam periode yang sama.
BMKG menjelaskan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6 sampai 25 knot. Sementara di wilayah selatan, arah angin dominan dari barat hingga barat laut dengan kecepatan yang bisa mencapai 35 knot.
Dengan kondisi tersebut, nelayan pengguna perahu kecil diminta ekstra waspada ketika angin menyentuh 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter. Peringatan serupa juga ditujukan bagi kapal tongkang saat gelombang setinggi 1,5 meter dan kapal ferry ketika tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Lestari Purba, menyampaikan cuaca di Sumatera Utara pada Kamis pagi diperkirakan berawan di seluruh wilayah.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi masih didominasi awan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah seperti Simalungun, Asahan, Batubara, dan Langkat. Pada malam hari cuaca cenderung berawan, sementara dini hari berpotensi hujan ringan di Serdang Bedagai dan Simalungun.
Suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 55 sampai 99 persen. Angin bertiup dari arah selatan ke barat daya dengan kecepatan sekitar 4 hingga 7 kilometer per jam.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026